Bom di Gereja Oikumene, Teror Pertama di Samarinda

Bom di Gereja Oikumene, Teror Pertama di Samarinda

547
SHARE

Bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, adalah tindakan teroris pertama di wilayah ini. Sebelumnya, Kota Samarinda agak jauh dari berbagai kasus teror. “Ini adalah kasus pertama aksi teror di Samarinda,” kata Kepala Komisaris Polisi Samarinda Setyobudi Dwi Putro, Minggu 13 November, 2016.

Setyobudi mengatakan kerukunan antar umat beragama di masyarakat Samarinda terjalin harmonis. Selama ini, menurut dia, tidak pernah ada masalah isu rasial mengganggu di Samarinda.

Polres Samarinda memastikan kasus bom gereja ditangani Detasemen Khusus 88 Antiteror. Setyobudi mengatakan Detasemen akan membantu dalam penyelidikan tersangka yang diduga bernama Juhanda. Pemeriksaan tersangka dilakukan di Mabes Polri Kota Samarinda . “Kami akan membantu proses penyidikan kasus,” katanya.

Ledakan bom Molotov terjadi di Gereja Ekumenis Sengkotek di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur, pukul 10.10 WIB. Pada saat itu, sebagian besar gereja sedang beribadah, sementara yang lain berada di area parkir.

bom-gereja-samarinda

Pelaku mengenakan celana dan T-shirt hitam, melemparkan bom molotov yang meledak dan melukai empat orang. Korban sebagian besar anak-anak. Setelah melempar bom, pelaku lari dan terjun ke Sungai Mahakam. Warga di sekitar mengejar dan menangkap para pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

Semoga artikel tentang Bom di Gereja Oikumene, Teror Pertama di Samarinda ini dapat memberikan manfaat ataupun menambah wawasan anda.

Terima kasih sudah berkunjung di solosoloku.com Jangan lupa Like dan Share ya .
Sumber Link